Ku yang tak pernah tahu jalannya hidup
terselungkup dalam kubangan tertutup
walau hati yang terus meletup
angan diri akan terus hidup
Hei sang penguasa waktu
biarkan diri ini untuk tetap hidup
menikmati hidup yang hanya satu
menikmati sejuknya udara yang terhirup
Apakah itu yang disebut akal
merusak pikiran dengan dangkal
realitas yang terus disangkal
oleh karena sepatu telah berganti sandal
Tertawa atau menangis
teriak atau terdiam
tangan gemetar untuk mangais
oleh karena diri yang telah naik pitam
Tidak aku masih Humanis
menikmati waktu penuh manis
tidak ada kejadian yang tragis
bagiku tersenyum bukan meringis
